Pengajian rutin setiap Kamis malam di Santrendelik, Gunungpati, Semarang, yang dikemas dengan gaya nongkrong santai ala anak muda. Berbeda dari pengajian pada umumnya, di sini jamaah bisa duduk di joglo atau kongkow seperti di kafe sambil menikmati minuman ringan. Materi yang disampaikan ringan, logis, kadang dibumbui humor atau stand up comedy sehingga lebih mudah diterima. Topiknya beragam sesuai kebutuhan jamaah, mulai dari cinta, bisnis, hingga hubungan keluarga, dengan tujuan utama menumbuhkan niat bertobat dan memperkuat pemahaman agama tanpa kesan menggurui.
Nongkrong Tobat lahir dari keresahan anak muda yang butuh ruang belajar agama tanpa harus merasa digurui. Setiap Kamis malam, ratusan anak muda berkumpul di Santrendelik, sebuah pesantren kontemporer di Gunungpati, Semarang. Bukan duduk kaku di kursi atau bangku panjang, tapi santai di joglo atau kongkow ala kafe, lengkap dengan minuman ringan. Materinya pun tidak berat, melainkan dekat dengan kehidupan sehari-hari: cinta, bisnis, hubungan keluarga, pergaulan, sampai keresahan-keresahan anak muda. Cara penyampaiannya interaktif, penuh logika, bahkan sering dibumbui humor dan gaya stand up comedy. Dengan format seperti ini, Nongkrong Tobat bukan sekadar pengajian, melainkan ruang aman bagi anak muda untuk belajar, berdialog, dan menumbuhkan niat bertobat dengan cara yang membumi.
“Saya kira pengajian itu selalu formal dan kaku. Tapi di Nongkrong Tobat suasananya benar-benar beda, kayak nongkrong bareng teman. Santai, tapi setiap kali pulang ada sesuatu yang bisa dibawa pulang ke hati.”
“Topik-topiknya selalu relate dengan hidup saya. Kadang tentang bisnis, kadang tentang keluarga, bahkan soal patah hati pun pernah dibahas. Jadi pengajian ini terasa dekat dan nyata.”
“Di sini saya belajar agama dengan cara yang menyenangkan. Ustadznya tidak menggurui, malah sering bikin ketawa dengan humor-humornya. Saya jadi betah ikut tiap minggu.”
“Kalau biasanya saya males ikut kajian, Nongkrong Tobat bikin nagih. Rasanya kayak recharge energi positif buat seminggu ke depan.”
2016 – Jamaah bertambah pesat, mencapai lebih dari 200 orang setiap Kamis malam.
2017–2019 – Nongkrong Tobat semakin dikenal dengan gaya dakwah yang nyeleneh tapi membumi, memadukan obrolan santai, diskusi terbuka, dan humor ala stand up comedy.
2020 – Pandemi tidak menghentikan langkah. Santrendelik mulai memperluas dakwah lewat media sosial dan program daring agar tetap bisa diikuti anak muda di mana saja.
2021–2022 – Nongkrong Tobat berkembang menjadi wadah lintas komunitas. Tidak hanya pengajian, tetapi juga ruang kolaborasi anak muda untuk menumbuhkan semangat kebaikan.
2023–sekarang – Nongkrong Tobat tetap rutin digelar setiap Kamis malam di Santrendelik. Jamaahnya makin beragam: mahasiswa, pengusaha muda, pekerja, hingga warga sekitar. Semuanya datang dengan satu niat sederhana: belajar, tertawa, dan bertobat bersama.
Nongkrong Tobat adalah pengajian rutin setiap Kamis malam di Santrendelik, Semarang, yang dikemas dengan gaya nongkrong santai ala anak muda. Suasananya santai, temanya dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan cara penyampaiannya penuh humor serta dialog.
Setiap Kamis malam (malam Jumat), mulai pukul 19.30 WIB sampai selesai. Lokasinya di Santrendelik, Jl. Kalialang Lama IX No. 44, Kelurahan Sukorejo, Kec. Gunungpati, Kota Semarang.
Tidak ada biaya alias gratis. Jamaah cukup datang dengan niat baik dan hati yang terbuka untuk belajar bersama.
Semua boleh ikut, terutama anak muda usia 17–40 tahun. Tapi tidak terbatas kok, orang tua atau anak-anak juga tetap disambut dengan hangat.
Topiknya beragam sesuai kebutuhan jamaah, mulai dari cinta, pertemanan, bisnis, keluarga, sampai isu-isu sehari-hari. Semuanya dikaitkan dengan nilai agama agar mudah dipahami dan dipraktikkan.
Tidak ada dress code kaku. Cukup berpakaian sopan, menjaga adab, dan menghargai sesama jamaah.
Lorem ipsum dolor amet labore magna aliqua:
Lorem ipsum dolor amet labore magna aliqua:
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt
Don't show again
Yes, I want it!