
Pernah merasa bimbang soal pernikahan? Terlalu banyak kriteria yang dipikirkan, sampai-sampai rasanya berat melangkah? Pertanyaan semacam itu jadi pembahasan hangat dalam kajian bersama Ustadz Awaludin Pimay pada Kamis, 25 September 2025.
Menurutnya, kalau menikah pakai terlalu banyak syarat, justru nggak akan jadi-jadi. “Yang penting itu niat. Niat menikah. Selebihnya Allah yang akan mencukupi,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa pernikahan bukan soal kesempurnaan, karena setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan.
Ustadz Awaludin juga mengingatkan, jangan sampai jadi orang yang penuh keraguan. “Kebenaran itu mutlak dari Allah. Jangan sampai kau bimbang,” katanya. Karena itulah, tekad dan nekad harus dimiliki.
Soal rezeki, ia mengutip janji Allah dalam Al-Qur’an. “Allah akan menjadikan umat-Nya kaya,” ujarnya. Kaya bukan sekadar materi, tapi juga kaya dalam keberkahan hidup. Bahkan sejak ruh ditiupkan, Allah sudah menetapkan empat hal: rezeki, ajal, amal, dan nasib bahagia atau sengsara.
Dalam rumah tangga, Ustadz Awaludin menekankan pentingnya keterbukaan. “Perlu ada ketansparanan antara suami-istri,” katanya. Ia juga mengingatkan peran pasangan, bahwa istri adalah pakaian suami, dan suami adalah pakaian istri. Keduanya saling menutupi, saling melengkapi.
Ia menambahkan, hidup berumah tangga itu ibarat menaiki anak tangga. Kata Buya Hamka, setapak demi setapak. Tidak harus sempurna sekaligus, tapi sedikit demi sedikit menuju kebaikan.
Dalam pernikahan, kuncinya ada pada saling asih, asah, dan asuh. Jangan sampai ada dusta, karena pernikahan adalah sunnah Nabi. “Barang siapa yang membenci sunnahku, maka bukan dari umatku,” kutipnya.
Ustadz Awaludin juga menyinggung soal ibadah. Sholat misalnya, adalah cara untuk menjauhkan diri dari keji dan munkar. Begitu pula perkataan, jangan diucapkan sembarangan, karena kata-kata bisa jadi beban.
Tentang posisi istri, ia berkata, “Istri itu bukan pelayan, bukan bawahan. Tapi partner dalam rumah tangga.” Meski begitu, seorang istri tetap harus menghargai suaminya, termasuk dalam hal rezeki yang dibawa pulang.
Akhirnya, ia menutup dengan satu pesan: Allah akan selalu menolong hamba-Nya, selama hamba itu mau menolong sesamanya.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt
Don't show again
Yes, I want it!